Dion Dan Cita Cita Miliarder

 Paragraf 1 ;

 Saat saya TK, saya selalu bersemangat pergi ke sekolah dengan tas kecil yang penuh warna dan dihiasi gantungan kesayangan, setiap langkah terasa seperti petualangan baru. Setiap pagi saya berlari kecil menuju ruang kelas sambil menyapa teman-teman dengan senyum lebar. Di usia itu, saya bercita-cita menjadi pemadam kebakaran karena saya sangat kagum melihat keberanian mereka menolong orang dan memadamkan api di tengah bahaya. Saya sering membayangkan mengenakan seragam tebal berwarna merah, membawa selang besar, dan mengendarai mobil pemadam dengan sirene yang berbunyi nyaring. Ketika masuk SD, cita-cita itu masih saya bawa dengan bangga. Hampir setiap kali guru bertanya tentang impian, saya selalu menjawab dengan suara lantang bahwa saya ingin menjadi pemadam kebakaran, bahkan sering menggambar mobil pemadam di buku gambar. Semangat itu membuat saya rajin mengikuti kegiatan sekolah, suka belajar tentang alat-alat keselamatan, dan senang membaca cerita tentang pahlawan penyelamat. Namun, seiring bertambahnya usia, saya mulai mengenal banyak hal baru. Pengalaman, pelajaran, dan cerita dari orang-orang di sekitar saya perlahan membuka wawasan saya bahwa dunia ini luas dan penuh peluang.Saat SMP, perubahan pandangan itu semakin terasa. Saya mulai tertarik dengan dunia bisnis dan keuangan setelah mengikuti pelajaran prakarya, melihat video tentang wirausaha muda, dan membaca kisah sukses para pengusaha besar. Dari situ muncul cita-cita baru untuk menjadi miliarder agar bisa membantu keluarga, berbagi dengan orang lain, dan mewujudkan banyak impian besar yang sebelumnya terasa jauh. Saya membayangkan memiliki perusahaan besar, memimpin banyak karyawan, serta membangun usaha yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Perjalanan dari TK hingga SMP menjadi cerita penuh perubahan, di mana setiap tahap memberi pelajaran, pengalaman, dan mimpi yang berbeda. Saya belajar bahwa cita-cita boleh berubah selama tetap membawa kebaikan dan semangat untuk maju.


       

Paragraf 2 ;

Sekarang saya bersekolah di SMKN 6 Malang, masa di mana saya mulai lebih fokus mengejar cita-cita dengan langkah nyata. Di sekolah, saya mempelajari berbagai keterampilan yang mendukung minat saya, rajin mengikuti pelajaran, dan berusaha mempraktikkan ilmu yang didapat setiap hari. Saya juga berusaha mengasah kemampuan berwirausaha, kepemimpinan, dan manajemen keuangan agar bisa menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, serta siap menghadapi dunia kerja yang penuh tantangan. Selain itu, saya belajar memanfaatkan waktu dengan baik, mencari informasi tentang peluang bisnis, serta mulai mencoba hal-hal kecil seperti berjualan, mengikuti pelatihan online, dan membaca buku motivasi. Saya aktif mengikuti seminar kewirausahaan, dan senang berdiskusi dengan guru maupun teman tentang ide-ide usaha baru. Semua usaha ini saya lakukan sebagai bekal untuk mewujudkan impian besar saya menjadi seorang miliarder di masa depan.

               

Paragraf 3 ;

Di masa depan, ketika cita-cita saya menjadi seorang miliarder tercapai, saya bertekad untuk memanfaatkan kesuksesan itu dengan bijak dan penuh tanggung jawab. Saya akan membangun berbagai usaha yang bermanfaat bagi banyak orang, menciptakan lapangan pekerjaan yang luas, dan membantu perekonomian masyarakat agar semakin berkembang. Sebagian kekayaan akan saya gunakan untuk membantu keluarga, memberikan mereka kehidupan yang nyaman, aman, dan penuh kebahagiaan, serta mendukung pendidikan anak-anak yang kurang mampu melalui beasiswa, program pelatihan, dan donasi berkelanjutan. Saya juga ingin berinvestasi dalam bidang teknologi, lingkungan, dan kesehatan agar kesuksesan saya tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga membawa dampak positif bagi dunia dan generasi berikutnya. Saya berencana mendirikan pusat pelatihan wirausaha gratis, membangun sekolah kreatif, membuka peluang bagi pemuda desa, dan mengajak mereka berani bermimpi besar, belajar bisnis, serta memiliki keterampilan hidup yang kuat. Saya pun akan membentuk tim riset untuk menciptakan inovasi ramah lingkungan dan solusi energi terbarukan. Dengan kerja keras, niat yang tulus, dan semangat berbagi, saya berharap kesuksesan ini menjadi jalan untuk terus memberi inspirasi, menebarkan kebaikan, dan memberikan perubahan nyata bagi banyak orang di berbagai penjuru dunia.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS IPS (Fadhil)

UTS IPS (angga)